Rahasia Sya’ban
02 February 2026
Sya’ban menjadi bagian rangkaian
penting dari tiga bulan yang disebut Nabi Muhammad Saw secara berurutan.
رَجَب شَهْرُ اللهِ، وَشَعْبَانُ شَهْرِيْ،
وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِيْ
Bulan Rajab adalah bulan Allah, dan Sya’ban
bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.
Bahkan saking pentingnya bulan ini,
Rasulullah Saw menganggit dalam sebuah doa yang sangat akrab di telinga kita.
Karena sering diperdengarkan di musholla dan masjid-masjid.
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ
لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah
berkahilah kami di bulan Rajab, dan Bulan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada
Bulan Ramadhan”.
Kali ini kita akan bahas tentang
Sya’ban. Ada apa dengan Sya’ban?
1. Terjadinya perubahan arah kiblat dari Baital Maqdis ke
Ka’bah di Mekah
قَدْنَری تَقَلُّبَ
وَجْهِكَ فِی السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ
شَطْرَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَاكُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ
شَطْرَهُ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُو الْكِتَاب لَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ
مَنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللهُ بِغَافِلِِ عَمَّايَعْمَلُوْنَ
2. Diangkatnya laporan amal satu tahun
ذَاكَ شَهرٌ يَغْفَلُ
النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضاَنَ وَهُوَ شَهرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ
الْأَعْمَالُ إِلَی رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ
وَأَنَا صَائِمٌ
Itulah bulan yang manusia
melalaikannya, yakni bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan
diangkatnya amal pada Tuhan Semesta Alam. Dan Aku senang amalku diangkat
sementara saya berpuasa.
Saking pentingnya Nisyfu Sya’ban
diriwiyatkan melalui hadis yang disajikan dalam kitab Al-Ghuniyah Syaikh Abdul
Qodir Al-Jailani bahwa Rasulullah Saw beliau shalat hingga mendekati subuh.
3. Menetapkan umur
إِنَّ اللهَ يَكْتُبُ فِيْهِ عَلَی كُلِّ نَفْسٍ
مَيِّتَةٍ تِلْكَ السَّنَةَ فَأُحِبُّ أَنْ يَأْتِيَنِيْ أَجَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ
Sesungguhnya
Allah menetapkan di bulan Sya’ban atas setiap jiwa yang mati pada tahun itu,
dan saya senang ajalku mendatangiku sementara aku sedang berpuasa. (HR. Abu
Ya’la dengan isnad Hasan).
4. Banyak berpuasa
قَدْسُئِلَ ﷺ أَيُّ الصَّوْمِ
أَفْضَلُ بَعْدَ رَمَضَانَ؟ قَال شَعْبَانُ لِتَعْظِيْمِ رَمضَانَ
Rasulullah
Saw sungguh ditanya, apa saja puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan?
Rasulullah bersabda, “(Puasa) di bulan Sya’ban karena mengagungkan Ramadhan”
(HR. Tirmidzi).
Bahkan
diceritakan bahwa Rasulullah Saw banyak berpuasa di bulan Sya’ban melebihi
bulan-bulan yang lain kecuali bulan Ramadhan. Karena Rasulullah Saw tidak
berpuasa sempurna satu bulan di bulan Sya’ban.
5. Banyak membaca shalawat pada Nabi Muhammad Saw
Termasuk kelebihan bulan Sya’ban Allah menurut ayat
terkait perintah bershalawat di bulan Sya’ban.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىّ يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Karenanya tidak salah jika bulan
Sya’ban disebut bulan Nabi Muhammad Saw. Bulan memperbanyak shalawat pada Nabi
Muhammad Saw.
6. Bulan Sya’ban kita banyak bersedekah. Selain
menghilangkan kecintaan terhadap dunia. Juga menghilangkan kebencian di hati
terhadap sesama. Karena Syaban bulan cinta, maka tidak boleh tersisa permusuhan
atau kebencian dalam hati.
7. Sementara pada malam nisyfu Sya’ban tanggal 15,
tepatnya setelah shalat magrib dianjurkan membaca Surat Yasiin tiga kali
(sebagaimana disebutkan dalam kitab Kanzun Najah Wassurur) hal. 158 dan 165.
Adapun niat di setiap bacaan yasin berbeda. Pertama
niat akan agar diberi panjang umur dalam taufik. Kedua dengan niat agar
terhindar dan terjaga dari bencana dan mendapatkan rezeki yang luas. Ketiga,
dengan niat diberi hati yang kaya dan husnul khotimah.
8. Melakukan Ziarah kubur. Rasulullah Saw berziarah ke
Jabal Uhud, menziarahi Syuhada Uhud. Ditegaskan oleh Guru saya, dilakukan
setiap Sya’ban. Karena itu, di bulan Sya’ban, sempatkan kita untuk berziarah ke
kubur kedua orang tua kita. Mendoakan mereka.
Rujukan
tulisan ini adalah kitab
Madzaa
Sya’ban karya Abuya Assayyid Alawy Al Maliki
Kanzunnajah Wassurur karya Abdul Hamid bin Muhammad Alawi bin Abdul Qadir al Quds Al Makki asy-Syafii



0 comments