Rahasia Sya’ban

BLANTERLANDINGv101
7702235815698850174

Rahasia Sya’ban

02 February 2026

Rahasia Sya’ban

02 February 2026


Sya’ban menjadi bagian rangkaian penting dari tiga bulan yang disebut Nabi Muhammad Saw secara berurutan.

رَجَب شَهْرُ اللهِ، وَشَعْبَانُ شَهْرِيْ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِيْ

 

Bulan Rajab adalah bulan Allah, dan Sya’ban bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.

Bahkan saking pentingnya bulan ini, Rasulullah Saw menganggit dalam sebuah doa yang sangat akrab di telinga kita. Karena sering diperdengarkan di musholla dan masjid-masjid.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab, dan Bulan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada Bulan Ramadhan”.

Kali ini kita akan bahas tentang Sya’ban. Ada apa dengan Sya’ban?

1.     Terjadinya perubahan arah kiblat dari Baital Maqdis ke Ka’bah di Mekah

 

قَدْنَری تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِی السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَاكُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهُ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُو الْكِتَاب لَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ مَنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللهُ بِغَافِلِِ عَمَّايَعْمَلُوْنَ

 

2.     Diangkatnya laporan amal satu tahun

ذَاكَ شَهرٌ يَغْفَلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضاَنَ وَهُوَ شَهرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ الْأَعْمَالُ إِلَی رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ

Itulah bulan yang manusia melalaikannya, yakni bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal pada Tuhan Semesta Alam. Dan Aku senang amalku diangkat sementara saya berpuasa.

Saking pentingnya Nisyfu Sya’ban diriwiyatkan melalui hadis yang disajikan dalam kitab Al-Ghuniyah Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani bahwa Rasulullah Saw beliau shalat hingga mendekati subuh.

3.     Menetapkan umur

إِنَّ اللهَ يَكْتُبُ فِيْهِ عَلَی كُلِّ نَفْسٍ مَيِّتَةٍ تِلْكَ السَّنَةَ فَأُحِبُّ أَنْ يَأْتِيَنِيْ أَجَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ

Sesungguhnya Allah menetapkan di bulan Sya’ban atas setiap jiwa yang mati pada tahun itu, dan saya senang ajalku mendatangiku sementara aku sedang berpuasa. (HR. Abu Ya’la dengan isnad Hasan).

4.     Banyak berpuasa

قَدْسُئِلَ أَيُّ الصَّوْمِ أَفْضَلُ بَعْدَ رَمَضَانَ؟ قَال شَعْبَانُ لِتَعْظِيْمِ رَمضَانَ

Rasulullah Saw sungguh ditanya, apa saja puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan? Rasulullah bersabda, “(Puasa) di bulan Sya’ban karena mengagungkan Ramadhan” (HR. Tirmidzi).

Bahkan diceritakan bahwa Rasulullah Saw banyak berpuasa di bulan Sya’ban melebihi bulan-bulan yang lain kecuali bulan Ramadhan. Karena Rasulullah Saw tidak berpuasa sempurna satu bulan di bulan Sya’ban.

5.     Banyak membaca shalawat pada Nabi Muhammad Saw

Termasuk kelebihan bulan Sya’ban Allah menurut ayat terkait perintah bershalawat di bulan Sya’ban.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىّ يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Karenanya tidak salah jika bulan Sya’ban disebut bulan Nabi Muhammad Saw. Bulan memperbanyak shalawat pada Nabi Muhammad Saw.

 

6.     Bulan Sya’ban kita banyak bersedekah. Selain menghilangkan kecintaan terhadap dunia. Juga menghilangkan kebencian di hati terhadap sesama. Karena Syaban bulan cinta, maka tidak boleh tersisa permusuhan atau kebencian dalam hati.

7.     Sementara pada malam nisyfu Sya’ban tanggal 15, tepatnya setelah shalat magrib dianjurkan membaca Surat Yasiin tiga kali (sebagaimana disebutkan dalam kitab Kanzun Najah Wassurur) hal. 158 dan 165.

Adapun niat di setiap bacaan yasin berbeda. Pertama niat akan agar diberi panjang umur dalam taufik. Kedua dengan niat agar terhindar dan terjaga dari bencana dan mendapatkan rezeki yang luas. Ketiga, dengan niat diberi hati yang kaya dan husnul khotimah.

8.     Melakukan Ziarah kubur. Rasulullah Saw berziarah ke Jabal Uhud, menziarahi Syuhada Uhud. Ditegaskan oleh Guru saya, dilakukan setiap Sya’ban. Karena itu, di bulan Sya’ban, sempatkan kita untuk berziarah ke kubur kedua orang tua kita. Mendoakan mereka.

 

Rujukan tulisan ini adalah kitab

Madzaa Sya’ban karya Abuya Assayyid Alawy Al Maliki

Kanzunnajah Wassurur karya Abdul Hamid bin Muhammad Alawi bin Abdul Qadir al Quds Al Makki asy-Syafii

BLANTERLANDINGv101

Berlangganan Gratis

Suka dengan artikel-artikel diblog ini dan merasa mendapatkan manfaat? Bisa isi form di bawah ini.
Isi Form Berlangganan
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang