Dunia Yang Tak Lagi Sama

BLANTERLANDINGv101
7702235815698850174

Dunia Yang Tak Lagi Sama

15 April 2026

Dunia Yang Tak Lagi Sama

15 April 2026


Setiap orang ingin jadi orang beruntung. Tidak ada satu pun makhluk yang ingin terperangkap dalam kecelakaan, ketersiksaan, apalagi penderitaan yang terus-menerus. Bukan hanya manusia yang tak menghendaki penderitaan, binatang, dan bahkan pohon pun juga tak ingin terlempar dalam penderitaan.

Perhatikan cacing yang membuat rumah di lumpur atau tanah yang gempur. Jika ada orang yang tiba-tiba menginjaknya, tentu saja cacing itu akan menggeliat. Ia tak mau dizalimi. Ia mau hidup damai. Perhatikan juga bunga puteri malu. Ketika Anda mendekati, dia akan mengatup. Dia tak mau orang mengganggunya.

Dari contoh yang saya tampilkan, mengonfirmasi pada kita bahwa seluruh makhluk ingin bahagia. Tak terkecuali Iblis. Iblis tentu saja ingin bahagia. Bahkan menghendaki sebagai satu-satunya makhluk yang bahagia. Selalu berada di level teratas dari siapapun. Akan tetapi, kesombongan menghancurkan di tempat yang paling rendah dan hina sepanjang sejarah kehidupan dunia. Ia salah paham tentang kebahagiaan. Seakan kebahagiaan itu diperoleh ketika orang menjadi satu-satunya dan paling hebat. Padahal, kebahagiaan hanya mengisi hati orang yang rendah hati.

Menjaga sikap tawadhu tetap bertahan untuk menampung kebahagiaan yang semakin berlimpah. Selain itu, memperluas hati dengan kedermawanan. Luasnya hati tergambar dari ke-loman-an atau kedermawanan yang ditampilkan. Dikala orang berkalu loman, kebahagiaan datang sendiri. Tanpa harus mencarinya. Sebaliknya, orang yang bersungguh-sungguh mencari kebahagiaan, seperti halnya mencari uang. Dengan dia bekerja keras untuk memenuhi diri sendiri, justru kebahagiaan tidak segera berkunjung dan menetap di hatinya.

Bahagia di Tengah Disrupsi

Perubahan mendadak. Tak pernah bisa kita prediksi. Memang kehidupan di luar benar-benar tidak berada dalam kendali kita. Tak ada yang bisa mengendalikan. Andaikan ada yang bisa mengendalikan, tentu ada orang yang paham rem kehidupan itu dimana. Dikala kehidupan melaju kencang, dia bisa mengeremnya. Tapi, nyatanya tak ada yang mampu mengeremnya. Jika Anda tidak mampu mengerem laju kehidupan ini, maka tentu Anda ada yang bisa mengendalikan kehidupan. 

Dialah Raja di Raja. Penguasa seluruh alam. Jika kita merasa hidup ini berada dalam kekuatan selain Allah, Anda akan didesak oleh rasa takut yang berlebihan. Kita yakin, mereka berkarakter jahat. Bisa saja menerkam orang. Menghanguskan kemanusiaan. Kita tetap harus meyakini bahwa kehidupan berada dalam kendali Allah. Jika keyakinan ini bersemayam kokoh di hati kita, tentu saja kita akan diliputi perasaan tenang. Selain itu, kita akan terus bersandar pada-Nya.

Kalau Anda telah bersandar kuat-kuat pada Allah, maka Anda pun akan menjadi orang yang kuat. Anda seperti setetes air yang menyerahkan diri pada samudera. Setetes air—mungkin—tidak punya kekuatan apa-apa. Akan tetapi, ketika setetes air melebur dengan samudera, maka ia menjelma dengan kekuatan samudera. 


Begitulah, gambaran ketika kita menyerahkan diri pada Allah, maka kita dipeluk dalam kekuatan Allah. Dalam perlindungan Allah. Seorang hamba yang sudah berada dalam perlindungan Allah Yang Maha Kokoh, adakah orang yang bisa menembus benteng itu? Anda tahu bukan hanya perlindungan itu yang berada dalam kendali Allah. Bahkan orang yang hendak membuat makar pun berada dalam genggaman dan kuasa Allah. 

Dikala hati telah menancap dalam keyakinan yang kokoh pada Allah, maka tidak ada lagi kecemasan yang harus menyusupi hati. Bukankah ketika segala perkara disandarkan pada Allah, insya Allah akan beres. Selalu membuahkan hasil yang memuaskan. Dia takkan pernah mengecewakan orang yang bersandar pada-Nya. Mungkin saja, kenyataan tidak sesuai ekspektasi. Akan tetapi, tak jarang menjadi jalur yang melebihi ekspektasi.

Bayangkan, ketika Rasulullah Saw mendapatkan hembus kabar provokatif dari orang-orang kafir dan munafik akan datangnya serangan berbagai kabilah pada kaum muslimin. Beliau dan para sahabat sama sekali tidak gentar apalagi gemetar. Pasokan iman justru makin bertambah di hati para sahabat, dengan menginjeksikan kalimat ‘hasbunallah wanikmal wakiil’.

Rasulullah Saw dan para sahabat tidak hanya merapal doa itu. Bahkan doa itu telah menjadi energi yang memenuhi jiwa mereka. Selain berdoa, menjelang perang itu para sahabat membuat parit atas inisiatif dari Salman Al Farisi. Rasulullah dan para sahabat gotong royong berjibaku mengeruk tanah, hingga terbuatlah banyak parit.

Ajaibnya, ketika orang-orang kafir datang hendak menggempur, tiba-tiba datang badai yang dengan kekuatan dahsyat menghantam mereka. Sehingga mereka berjatuhan dan tewas tanpa harus diperangi oleh kaum muslimin. Memang pertolongan Allah selalu tak terduga. Ajaib. Tak terjangkau oleh pikiran manusia.

Kadang kita telah merancang dan menyiapkan sebab-sebab untuk mencapai sesuatu yang kita tuju. Akan tetapi, Allah ternyata membuat sebab lain untuk mencapai itu. Dan sebab yang dilakukan Allah pasti berhasil, sementara sebab yang dirancang manusia belum tentu tercapai.

 

Masa Depan Terlihat Indah

Kita perlu sadar bahwa masa depan berada dalam perencanaan Allah, dan takkan pernah bergeser. Kalau rencana manusia bisa saja meleset, bergeser, dan berubah total. Akan tetapi, rencana Allah dan realisasinya akan selalu presisi. Tidak ada rencana Allah yang gagal.

Manusia boleh berencana, tapi jangan menyandarkan diri pada rencana. Karena siapa yang menyandarkan pada rencananya sendiri, apalagi memandang rencana itu yang terbaik, maka ketika rencana tidak terwujud, justru hati akan diremukkan oleh rasa kecewa. Kita boleh berencana dan menjalani tahap demi tahap rencana tersebut, namun terkait hasil benar-benar terkunci oleh kekuasaan Allah. Kita tak bisa menetapkan hasil. Hanya bisa menetapkan rencana. Mungkin saja, Anda bisa menetapkan hasil, sesuai dengan kebiasaan yang Anda alami. Akan tetapi, hasil itu pasti tidak sama persis dengan pencapaian sebelumnya.  

Kita perlu menyadari yang mengatur kehidupan ini adalah Allah, dan kita mendapati pengaturan Allah tercermin pada alam semesta yang sangat rapi dan teratur. Jika mengatur alam semesta ini dengan indah dan eksotik, tentu saja Allah tidak keberatan mengatur kehidupan kita. Keyakinan akan memandu kita menjalani kehidupan dengan tenang, nyaman, indah, tetapi tetap bertenaga. Karena telah memadukan rencana, usaha, dan kekuatan tawakkal. 


BLANTERLANDINGv101

Berlangganan Gratis

Suka dengan artikel-artikel diblog ini dan merasa mendapatkan manfaat? Bisa isi form di bawah ini.
Isi Form Berlangganan
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang