Kebaikan menghapus Seluruh Keburukan

BLANTERLANDINGv101
7702235815698850174

Kebaikan menghapus Seluruh Keburukan

22 April 2026

Kebaikan menghapus Seluruh Keburukan

22 April 2026


Adalah seorang wanita pelacur, berlumur dosa, tertimbun oleh kesalahan. Dia telah menjual dirinya. Begitu lama dia menekuni pekerjaan tersebut. Sehingga tibalah waktu, timbul dorongan kuat dari dalam dirinya untuk pulang, kembali ke kampung halaman. Pulanglah dia menuju kampung halaman.

Di tengah jalan, dia mendapati anjing yang tergeletak, terbujur. Dia mendekati, dan menemukan anjing itu sekarat. Nyaris meninggal. Hatinya tersentuh, sembari memutar otak bagaimana caranya memberikan pertolongan segera terhadap anjing itu. Tanpa berpikir panjang, dia berlari kesana kemari mencari air yang mengalir.

Dia tak mendapati air dimana-mana. Matanya tertumpuk pada sebuah sumur. Dia segera mendekati sumur itu. Dia mendapati sumur itu digenangi air. Dia langsung menuruni sumur itu dengan sekuat tenaga. Karena didorong oleh welas asihnya yang begitu besar pada anjing yang sedang mengalami sekarat.

Dia pun berhasil menuruni sumur, dan menyauk air dari sumur dengan menggunakan sepatunya. Setelah berhasil menimba air tersebut, dia langsung menaiki tangga hingga sampai kembali ke bibir sumur. Dia langsung berlari kecil menuju anjing yang sedang terbujur di tanah. Berkali-kali dia bolak-balik dari sumur menuju anjing tersebut. Sehingga akhirnya, anjing itu kembali pulih. Sehat kembali.

Ketahuilah, tersebab welas asihnya pada anjing itu, Allah berkenan mengampuni seluruh dosa wanita itu.

Dari kisah tersebut, tentu kita akan merenungkan betapa sesungguhnya welas asih yang tulus bisa mendatangkan pengampunan Allah. Kalau Allah mengampuni seorang hamba, tentu saja Allah akan mencurahkan hidayah. Menyediakan kompas kebenaran dalam hatinya, sehingga sepanjang jalan hidupnya, dia akan selalu berpelukan dengan kebahagiaan.

Jika Anda menyayangi sesama dengan tulus, Allah pun akan menyayanginya. Jika Allah sayang, suatu yang paling berharga bagi jiwa berupa iman akan Allah patrikan dalam hatinya. Mengapa welas asih punya kekuatan yang sangat dahsyat? Ingatlah, welas asih itu adalah sifat Allah. Jika seseorang mengenakan sifat Allah dengan tulus, maka Allah akan terus mengucurkan kasih sayang padanya, bahkan Allah angkat derajatnya pada maqam yang tinggi.

Boleh jadi kisah ini masih teringat di pikiran dan hati Anda. Kisah tentang siapa? Kisah tentang Sayyidina Umar bin Khattab r.a. Di suatu kesempatan, seorang sahabat bermimpi tentang beliau. Sementara beliau sendiri sudah wafat. Sahabat itu bermimpi bahwa beliau mendapat maqam yang sangat mulia di surga. Tentu saja ada rasa kagum yang menyelinap di hati orang itu. Terharu yang amat. 

Bagaimana Ayah Abdullah bisa menggapai maqam yang tinggi. Mimpi itu tidak berhenti pada melihat beliau. Tapi berlanjut pada proses dialog. Sahabat itu bertanya, “Bagaimana kau mencapai maqam yang mulia begini?” “Apakah karena kau tegas dan berlaku adil, atau karena kau bergelar umarul faaruq?”

“Oo bukan karena itu semua. Saya mencapai maqam yang tinggi di surga oleh karena sebuah peristiwa yang membuat saya terenyuh. Sedih. Saya sedih karena melihat anak-anak kecil bermain. Di tangan salah satu mereka tergenggam burung. Burung itu bukan hanya digenggam erat, tapi juga dilemparkan secara bergantian ke teman-teman mereka”  Sayyidina Umar bercerita dengan sangat jernih.

“Lalu, saya mendekati mereka. Sembari meminta agar burung itu diserahkan ke saya, dan akan saya beli. Karena mendengar akan dibeli, maka burung itu diserahkan ke saya. Saya beri dia uang. Dan burung itu saya lepas bebas di udara. Itulah yang mungkin mengangkat saya pada derajat yang tinggi di sisi Allah”, pungkas Sayyidina Umar.

Kisah ini lagi-lagi soal kasih sayang. Sadarilah, agama adalah kasih sayang. Meski seseorang mengklaim dirinya paling beragama, tapi sama sekali tidak ada ruang welas asih dalam dirinya. Bisa berbuat kejam pada sesama. Dia bisa disebut beragama, tapi dia hanya mengapung di permukaan agama. Tidak menyelam sampai ke dasar dan inti agama. Karena kalau Anda merenangi, menyelami, dan memasuki relung agama, maka tidak ada yang ditemukan kecuali cinta.

Dari situ, Anda akan menyadari tentang sabda Rasulullah Saw. “Saya tidak diutus untuk melaknat, tapi aku diutus sebagai rahmat”. Hadir sebagai penebar kasih sayang.

Sosok yang benar-benar menegakkan sunnah, dialah penegak dan penebar cinta pada semuanya. Karena semakin berlimpah dan meluas cinta dalam hati, maka semakin besar pula kebahagiaan yang melingkupi hati. Agama mengajak kita tidak berhenti pada mencintai diri sendiri, tapi menginisiasi cinta yang melampaui ego kita. Kita mencintai semuanya dengan tulus. Kalau Anda mencintai Allah, niscaya mencintai seluruh makhluk Allah.

Amal yang didasari welas asih, insya Allah memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. Saking besarnya, bahkan bisa menghancurkan dan mengikis seluruh dosa yang meliputi diri.

BLANTERLANDINGv101

Berlangganan Gratis

Suka dengan artikel-artikel diblog ini dan merasa mendapatkan manfaat? Bisa isi form di bawah ini.
Isi Form Berlangganan
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang